SLANK
Cikal bakal lahirnya SLANK ditandai
dengan perkenalan Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim) dengan Bongky Marcel Ismail
(Bongky) pada awal tahun 80-an. Bimbim adalah drummer sebuah grup band bernama
Cikini Stones Complex (CSC), yang sering memainkan lagu-lagu Rolling Stones.
Band ini merupakan embrio atau cikal bakal dari Slank nantinya.
Sementara Bongky adalah gitaris dari
Rese’ Band. Karena jenuh terlalu sering memainkan lagu-lagu milik orang lain,
akhirnya menjelang akhir tahun 1983, Bimbim membubarkan Cikini Stones Complex
(CSC) dan sepakat membentuk SLANK bersama Bongky. SLANK sendiri diambil dari
kata SLENGE’AN yang bisa jadi karena merujuk pada ulah Bimbim dan Bongky yang
memang super cuek.
26 Desember 1983 SLANK Formasi I
terbentuk, dengan personel Bimbim (Ex. Cikini Stones Complex) sebagai drummer,
Bongky (Ex. Rese’ Band) sebagai gitaris, Kiki (Ex. Cikini Stones Complex)
sebagai gitaris, Denny ”BDN” (Ex. Red Evil) sebagai bassis, dan Erwan (Ex. Red
Evil) sebagai vokalis. Selama kurang lebih dalam kurun waktu 6 tahun
(1983-1989) SLANK kerap bergonta-ganti personel. Antara lain :
·SLANK Formasi II (1984)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Denny “BDN”
(Bass)
-Erwan (Vokal)
·SLANK Formasi III (1985)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Denny “BDN”
(Bass)
-Adri Shidarta (Keyboard, Ex.
Strawberry Band)
-Erwan (Vokal)
·SLANK Formasi IV (1985)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Denny “BDN”
(Bass)
-Adri Shidarta
(Keyboard)
-Uti (Vokal,
Ex. Cikini Stones Complex)
·SLANK Formasi V (1986)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Denny “BDN”
(Bass)
-Adri Sidharta
(Keyboard)
-Well Welly (Vokal, Ex. Cikini
Stones Complex)
·SLANK Formasi VI (1987)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Denny “BDN”
(Bass)
-Andre
(Keyobard)
-Well Welly
(Vokal)
·SLANK Formasi VII (1987)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Imanez (Bass,
Ex. Metal Crew)
-Denny “BDN”
(Vokal)
·SLANK Formasi VIII (1988)
-Bimbim (Drum)
-Bongky (Gitar)
-Denny “BDN”
(Bass)
-Pay (Gitar,
Ex. Navy Punk)
-Sammy (Vokal)
·SLANK Formasi IX (1988)
-Bimbim (Drum)
-Anto (Gitar)
-Imanez (Bass)
-Denny “BDN”
(Vokal)
·SLANK Formasi X (1988)
-Bimbim (Drum)
-Imanez (Gitar)
-Tole (Bass)
-Adri Shidarta
(Keyboard)
-Andy Liany
(Vokal)
·SLANK Formasi XI (1988)
-Bimbim (Drum)
-Imanez (Gitar)
-Tole (Bass)
-Adri Shidarta
(Keyboard)
-Nita Tilana
(Vokal)
·SLANK Formasi XII (1988)
-Bimbim (Drum)
-Pay (Gitar)
-Imanez (Bass)
-Indra Q (Keyboard, Ex. Chivas)
-Well Welly (Vokal)
·SLANK Formasi XIII (1989)
-Bimbim (Drum)
-Pay (Gitar)
-Bongky (Bass)
-Indra Q
(Keyboard)
-Kaka (Vokal,
Ex. Lovina)
Berawal dari Formasi Ke-13 inilah
kemudian SLANK mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.
Kemudian datanglah tawaran kerjasama dari Macank, pemilik studio rekaman
Triple-M untuk bikin album. Akan tetapi baru menggarap lima lagu, datang Budi
Soesatio yang berani menawarkan kontrak secara profesional melalui label
Project Q. Boedi Soesatio sendiri merupakan teman dekat dari ayah Indra,
keyboardist Slank.
Menurut Boedi, lagu-lagu yang
dibawakan Slank saat itu cukup unik dan berbeda dengan grup band lainnya yang
ada saat itu. Tahun 1990 SLANK menggebrak dunia musik Indonesia dengan
mengeluarkan album perdana, “Suit-suit He…He… (Gadis Sexy)”. Tampil cuek, musik
seadanya, dan lirik yang spontan. SLANK mewabah dimana-mana.
Lagu andalan yang terdapat dalam
album tersebut, antara lain Maafkan, Memang, Apatis Blues, dan Suit-suit
He..He.. Gadis Sexy. Dalam album ini Slank membawakan lagu dengan berbagai
macam tema, seperti cinta, party, hingga kritik sosial, seperti yang terdapat
dalam lagu Memang dan Apatis Blues. Album ini menyabet gelar BASF Best
Selling Album 1990-1991 kategori Musik Rock.
Tahun 1992 SLANK melepas album kedua
bertitel ”Kampungan”. Kali ini makin cuek, cara bermusik mereka makin sableng,
mencengangkan, tapi mengisyaratkan kecerdasan. Hal ini bisa dilihat dalam lirik
lagu “Kampungan” itu sendiri. Selain lagu Kampungan juga terdapat lagu ”Nina
Bobo” yang hanya berdurasi 34 detik! Idenya diambil waktu Indra Q (Keyboard)
sedang tertidur pulas di studio. Dengkuran kerasnya direkam keempat sohibnya.
Lagu andalan yang sangat terkenal
dan semakin mengangkat nama Slank dalam dunia musik tanah air adalah Terlalu
Manis dan Mawar Merah. Lagi-lagi album ini laku keras dan mampu menyabet
penghargaan BASF Best Selling Album 1991-1992 kategori Pop Rock.
Selepas album kedua diluncurkan,
Slank mendapatkan cobaan. Para personel slank mulai terjerat narkotika. Berawal
dari sebuah coba-coba, dan berujung pada ketagihan. Hingga Bimbim, Kaka, Pay,
dan Indra menjadi pecandu berat. Namun di terngah kondisi tersebut, Slank mampu
mengeluarkan album ketiga SLANK ”Piss” tahun 1993. Beberapa lagu andalan dalam
album ini adalah Kirim Aku Bunga, Anyer 10 Maret, dan Percuma. Sambutannya
sama heboh dengan album-album sebelumnya. SLANK meraih penghargaan BASF Selling
Album 1992-1993 kategori Rock Alternatif.
Tahun 1994 SLANK mulai melakukan
reformasi. Slank memilih jalan baru dalam bermusik, yakni menjadi indie label.
Manajemen baru didirikan, ”Pulau Biru Production”, dan bendera rekaman baru
dikibarkan, ”Piss Record”. Dibawah bendera Piss Record SLANK berhasil
meluncurkan album keempat ”Generasi Biru”. Album ini mampu meraih BASF Double
Platinum Album untuk kategori Penjualan Album Rock Terlaris Tahun
1994-1995. Dalam album ini lagi-lagi Slank membawakan tema lagu yang beraneka
ragam. Mulai dari cinta, hingga kritik sosial. Sebagi contoh lagu Kamu Harus
Pulang, Reaksi, Terbunuh Sepi, dan Hey Bung!!
Sukses SLANK tidak berhenti hingga
album keempat. Pada tahun 1995 Slank meluncurkan album kelima berjudul
“Minoriras”. Aroma keretakan antar personel pun mulai terjadi. Pengaruh narkoba
membuat masing-masing personel bersikap apatis. Selain itu, masing-masing
personel Slank memiliki kesibukan sendiri. Seperti membantu produksi album
penyanyi lain, sehingga SLANK pun sedikit terlantar. Karena sering terjadi
misscomunication antar personel, akhirnya Bimbim selaku leader band memutuskan
agar SLANK vakum terlebih dahulu, dan melayangkan surat pemecatan terhadap tiga
personel SLANK, yakni Bongky, Indra, dan Pay. Hal ini dilakukan karena kondisi
saat itu sudah sangat parah. Di mana kreativitas dan ekspresi bermusik mereka
semakin terbatas dan dapat membahayakan SLANK itu sendiri.
Setelah peristiwa pemecatan
tersebut, SLANK mengalami kegoyahan. Bagaimana tidak, personel Slank kini hanya
tersisa dua orang, yakni Bimbim dan Kaka. Bahkan Bimbim pernah berencana untuk
membubarkan SLANK. Reaksi keras pun datang dari para Slankers. Mereka menuntut
Bim-bim agar tidak membubarkan SLANK. Bahkan salah seorang Slankers
pernah mengirimkan surat ancaman kepada Bim-bim bertintakan
darah dan mengancam
akan membunuh Bim-bim, jika Bim-bim mebubarkan SLANK.
Untuk mengatasi masalah ini, SLANK
pun segera mencari pengganti untuk mengisi kekososngan yang ditinggalkan
personel sebelumnya. Alhasil, SLANK merekrut Ivanka sebagai basist dan Reynold
sebagai additional player guitarist. Dengan formasi ini, SLANK berhasil merilis
album “Lagi Sedih” pada tahun 1996. Dalam album ini, aliran musik yang diusung
tetap rock and roll, namun berkurang dentingan keyboard yang sebelumnya diisi
oleh Indra Q. Lagu andalan yang terdapat dalam labum ini antara lain; Foto
Dalam Dompetmu, Nggak Perlu, dan Koepoe Liarkoe.
Tidak berselang lama kemudian,
Reynold sang gitaris memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak kuat
dengan kecaman-kecaman dari para SLANKERS yang masih fanatik terhadap sosok Pay
dan membanding-bandingkan permainan Reynold dengan Pay. Bahkan Bunda Iffet pun
tak kuasa untuk membujuk Reynold agar menunda pengunduran dirinya, sekedar
untuk menuntaskan sisa tour SLANK. Akan tetapi, Reynold tetap bersikukuh untuk
mengundurkan diri. Reynold pun resmi keluar dari SLANK.
Karena masih ada hutang manggung,
akhirnya manajemen memutuskan untuk segera mencari pengganti Reynold. Ivanka
(Bass) mengusulkan nama Abdee Negara, gitaris dari bandnya terdahulu (Flash
Band) untuk membantu SLANK merampungkan hutang manggung. Sementara secara
bersamaan di Potlot juga muncul sosok Ridho Hafiedz (Ex. LFM Band) yang baru
saja pulang dari sekolah gitar di USA. Kedatangan Ridho ini memenuhi undangan
dari Mbak Wiwid (Tur Manajer SLANK) yang mengontaknya untuk membantu SLANK.
Akhirnya diputuskan, SLANK bakal manggung dengan menggunakan dua gitaris
sekaligus. Babak baru bagi SLANK segera dimulai.
metamorphosis
Tahun 1997 formasi baru SLANK
diresmikan. Bimbim (Drum), Kaka (Vokal), Ivanka (Bassis), Abdee Negara (Gitar),
dan Ridho Hafiedz (Gitar). Di luar dugaan, formasi ini sedikit banyak mampu
menghapus bayang-bayang Bongky, Pay, dan Indra Q. Minimal, SLANK dianggap bisa
menemukan bentuk baru tanpa kehilangan ciri khas.
Album baru bertitel ”Tujuh” dilepas dengan mengandalkan single ”Balikin”. Lagu
yang menandakan bahwa Bimbim, Kaka, dan Ivanka ingin rehat dan sehat dari
ketergantungan narkoba. Ditambah dengan Abdee dan Ridho yang benar-benar bersih
dari narkoba semakin menguatkan niat mereka. Album tersebut terjual satu juta
copy hanya dalam hitungan minggu. Di tahun ini pulalah Bunda Iffet selaku
Ibunda dari Bimbim mengambil alih jabatan menjadi Manajer Slank.
Setahun kemudian SLANK kembali melepas album baru, ”Mata Hati Reformasi”,
dengan hits single “Ketinggalan Jaman”. Kali ini SLANK tampil jauh lebih garang
dari album sebelumnya. Kegusaran anak muda melihat reformasi yang makin hari
makin tidak jelas, menjadi tema sentral. Dan dimulai dari album ini, SLANK
mulai menyisipkan souvenir (berbentuk liontin kalung logo SLANK) sebagai bonus
pembelian album. Tujuan dari pemberian bonus ini adalah untuk menghindari
pembajakan album yang semakin merajalela.
Bendera SLANK semakin gagah berkibar, tahun 1998, SLANK juga menyelenggarakan
konser dengan judul ”Konser Piss 30 Kota” yang kemudian direkam secara live dan
dijual ke pasaran. Ada bonus dua buah lagu baru yaitu ”Pintu” dan ”Makan Gak
Makan”. Album ini banyak sekali mengambil tema lagu-lagu politik yang
dimasukkan ke dalamnya. Hampir di setiap lagu, ada sedikit ”ceramah” dari Kaka
maupun Bimbim. Selain Album live tersebut, pada tahun 1998 SLANK juga
mengeluarkan album VCD Karaoke “Karaoke X-1 dan X-2″.
Tahun 1999 SLANK merilis double album yang diberi judul ”999+09”. Sebuah
gerbrakan bagi musik Indonesia. Ada total 27 lagu yang dibuat dalam dua versi.
Yaitu versi abu-abu dan versi yang biru. Versi yang biru memiliki single
”Bintang Kesiangan” dan ”Anak Mami” sedangkan versi abu-abu memiliki single
”Orkes Sakit Hati”, ”Ngangkang” serta ”Malam Minggu Lagi”. Bonus dari album ini
adalah sebuah kantong kecil (seperti saku celana jeans dengan logo SLANK) yang
biasa dipakai di ikat pinggang. Keluarnya double album ini semakin membuktikan
bahwa SLANK masih dapat bertahan, dan mempertegas komposisi formasi ke-14
mereka.
Pada tahun 2000, SLANK menyatakan
diri telah bebas dari narkoba. Hal ini bermula dari keinginan SLANK untuk
sembuh sejalan dengan dimulainya millenium baru. Pada tahun 2001, SLANK sudah
benar-benar sehat. Dan kemudian dirilislah album “Virus” dengan single “Virus”,
“Jakarta Pagi Ini”, dan “#1”. Bonus dari album ini adalah sebuah tato dan
kalender mini. Lagu bertema sosial juga dimasukkan di album ini. Keprihatinan
SLANK tentang pembabatan hutan bisa ditangkap lewat lagu “Lembah Baliem”.
Bahkan SLANK memasukan lagu daerah asal tanah Papua “Yamko Rambe Yamko” di
akhir lagu Lembah Baliem. Di lagu “#1” dan “Symphaty Blues”, SLANK untuk
pertama kalinya memasukkan unsur orkestra di lagunya. Erwin Gutawa digaet untuk
membantunya mengisi unsur orkestra. Lagu #1 itu sendiri sengaja dipersembahkan
untuk Bunda Iffet yang mampu membantu membebaskan SLANK dari jerat narkoba.
Sukses album “Virus”, SLANK langsung mengadakan konser Virus Road Show 22 Kota
di Indonesia dan hasil livenya sendiri bisa didengar di album yang diberi judul
“A Mild Live Slank Virus Road Show” dengan tambahan satu buah lagu baru dengan
judul “I Miss You But I Hate You” dan bonus sebuah “Koran Koranan Slank”
disetiap pembelian albumnya. Koran Koranan Slank atau biasa disebut KANS ini
adalah cikal bakal lahirnya media bulletin yang bisa didapatkan secara berkala
setiap satu bulan sekali.
Seperti gak mengenal lelah, SLANK lagi-lagi merilis album studio kesebelas nya
yang diberi titel “Satu-Satu” pada tahun 2003. “Bulan dan Bintang”, ”Gara-gara
Kamu”, dan ”Jembatan Gantung” menjadi hitsnya. Lagu Bulan dan Bintang juga
masuk dalam soundtrack film ”Novel Tanpa Huruf R”. Bonus dalam album ini adalah
sebuah kondom, sebagai simbol keikutsertaan SLANK dalam mendukung kampanye anti
HIV/AIDS. Album ini juga diikuti dengan penghargaan AMI Award kategori Album
Rock Terbaik.
SLANK kemudian menyelenggarakan
”Satu-Satu Live Tour” di kota-kota Indonesia. Beberapa lagu di konser tersebut
dimasukkan ke album live ketiga mereka yang diberi titel ”Bajakan”.
Bajakan adalah bentuk kegelisahan
SLANK terhadap para pembajak yang dengan mudah dan gampangnya mencuri hak cipta
seorang pemusik. Lagu lagu yang direkam semuanya adalah live hasil konser di
beberapa tempat dan event. Ada tiga lagu baru yang dimasukkan di album live
ketiga Slank ini. ”That’s All”, yang direkam pada konser ”Satu-Satu Live Tour”
ini menjadi single disusul ”Bendera 1/2 Tiang” yang direkam di studio ”Parah”
di Potlot dan juga lagu hasil kolaborasi dengan group musik dari Korea Selatan
berjudul ”South Asia”. South Asia direkam secara live bersama “Yoon Band” dari
Korea. Lagu ini pernah dibawakan saat Slank bermain di Korea.
Yoon Band pun ikut berkolaborasi di
lagu “I Miss You But I Hate You” milik SLANK yang direkam pada acara
“Impresario”. Ada juga lagu dimana SLANK berkolaborasi dengan raja dangdut
”Rhoma Irama” di lagu “Balikin”. Hasil konser “Tiga Dimensi” pun dimasukkan
kesini. Ending album Bajakan adalah “Sumpah Anti Pembajak” yang dideklarasikan
SLANK bersama Slankers se-Indonesia. Bonus album ini adalah sebuah pick guitar.
Memasuki tahun 2004 SLANK menggelar konser bersama bernama “Road to Peace” 24
Kota. Yang menarik dari konser ini adalah, dibawakannya lagu-lagu baru yang
belum pernah dibawakan dan hasil lagunya direkam secara live dan dijadikan
album berikutnya. “Mars Slankers” dan “Salah” menjadi jagoan di album ini. Di
album ini juga dimasukkan sebuah karya dari “Mochtar Embut” berjudul “Mars
Pemilu” yang diaransemen menjadi aransemen rock oleh SLANK. Album ini konon
disebut sebagai album live pertama di dunia. Walaupun sudah pernah ada yang
merekam full album secara live seperti “Greateful Dead” dan “Blues Traveler”,
namun band tersebut tidak merekam nya di atas panggung seperti yang dilakukan
SLANK.
Untuk pematangan konsep pun, SLANK
tidak ragu dan malu untuk menyewa sebuah studio ketika SLANK berada di kota
tempat mereka akan show..Bonus dari album ini adalah sebuah poster dan masker
berlogo peace yang di design oleh seorang Slanker. Tahun 2004 ini juga SLANK
mewakili Indonesia untuk tampil di acara “MTV Asia Aid” di Thailand dan
membawakan sebuah lagu yang diambil dari album “Satu-Satu” yaitu “Karikatur”.
Selain SLANK, musisi lain yang tampil di event tersebut antara lain Simple
Plan, Rain, Siti Nurhaliza, Namie Amuro, Jay Chou, dan Hoobastank.
Di akhir tahun 2004, lagi-lagi SLANK merilis sebuah album baru. “P.L.U.R”. PLUR
adalah singkatan dari kata “Peace, Love, Unity, Respect”, sebuah semboyan baru
SLANK. Album ini mengandalkan ”Ku Tak Bisa”, “Biru”, dan lagu “Juwita Malam”
yang merupakan lagu lawas ciptaan Ismail Marzuki. Lagu Juwita Malam dan Biru
masuk dalam soundtrack film ”Banyu Biru”. Bonus album ini adalah sebuat sticker
dan poster kalender. Dan album ini, di akhir tahun 2005 menurut majalah
”GitarPlus” masuk sebagai album gitar rock terbaik tahun tersebut bersama
dengan Gigi, Edane, dan Netral. Alasannya adalah permainan gitar Abdee dan
Ridho yang cenderung blues dan rock ‘n roll menyaru ke permainan gitar rock
modern.
Akhir tahun 2004 Indonesia menangis.
Terjadi bencana Tsunami di Aceh. Bencana Aceh tersebut lantas dijadikan
destinasi oleh SLANK untuk mengumpulkan dana dan memberikan sumbangan di
tengah-tengah promo album P.L.U.R tersebut. Akhirnya di awal tahun 2005, SLANK
dan Iwan Fals diajak oleh ”Deteksi Production” untuk menggelar konser di 27
Kota Indonesia yang diberi judul “Bersatu Dalam Damai”.
SLANK dan Iwan Fals
berhasil mengumpulkan total Rp. 2,9 Milyar yang akan disumbangkan untuk korban bencana
alam Tsunami di Aceh dan sekitarnya. Target dari Deteksi dan A Mild
adalah Rp. 3 Milyar sehingga angka tersebut
di bulatkan menjadi Rp. 3 Milyar yang di sumbangkan ke Aceh.
Tahun 2005, SLANK didaulat oleh MTV Indonesia menjadi Icon dari MTV. Saat itu
SLANK berhasil mengalahkan saingan lainya diantaranya Dewa dan Chrisye. Malam
penganugerahan gelar tersebut diselenggarakan di TMII Jakarta dan musisi yang
hadir di situ membawakan lagu SLANK. Di tahun 2005 ini pula lah SLANK
untuk pertama kalinya show di Korea Selatan.
Pada tanggal 7 Oktober 2005, SLANK
bermain di kota Gwangju. ”The May 18 Memorial Foundation” yang mengundang SLANK
untuk tampil dalam acara yang diberi judul ”Echo of Music Concer”t. SLANK
membawakan dua buah lagu yaitu ”Bang Bang Tut” dan ”Virus (English Version)”.
Dalam konser ini, SLANK juga bertemu kembali dengan ”Yoon Band”, musisi Korea
yang pernah berkolaborasi dengan SLANK dan menghasilkan sebuah lagu yang masuk
ke dalam album mereka masing-masing.
Di penghujung tahun 2005, SLANK kembali merilis sebuah album studio ke 14 nya
yang diberi titel ”Slankissme”. Slankissme sendiri adalah sebuah ambigu kalimat
dari ”Slank Kiss Me, Slank Is Me, dan Slankisme”. Bimbim menyebut bahwa ada ”13
Ajaran Nggak Sempurna” dari Slankissme, dan itu harus diketahui oleh para
Slanker, agar mengerti dan menjalani nya. Kenapa, karena memang kesempurnaan
hanya milik Tuhan. Begitu kata Bimbim. Single dari album ini adalah SBY,
singkatan dari ”Sosial Betawi Yoi”, dan dua tembang ballad nya, ”Gak Ada 2nya”
dan ”Yang Manis”. Bonus dari album ini adalah poster SLANKISSME jumbo.
Di awal tahun 2006, SLANK berangkat ke Jepang untuk konser disana. Konser pada
tanggal 2 Januari itu bertujuan untuk acara ”Charity for Sumatra”. Tahun 2006
ini bisa dibilang tahun tersibuk SLANK, karena di tahun ini, selain promo album
Slankissme, SLANK juga menjalani tour di beberapa kota di Jawa Barat dan Banten
dalam rangka konser ”Ngedjinggo Bareng Slank” plus melakukan kegiatan bhakti
sosial, lalu merilis ”Album Slank Since 1983” di Malaysia dan promo di negara
tersebut. Bukan hanya itu, SLANK juga mampir ke Amerika untuk mengisi acara di
5 tempat live house di beberapa kota di Amerika. SLANK di undang oleh para
mahasiswa di sana.
Hal itu dijadikan kesempatan untuk
membawa CD demo album SLANK yang telah di translate ke bahasa Inggris agar
albumnya bisa rilis di luar negeri dan go international. Untuk itulah SLANK
gencar mencari cara dan usaha agar bisa terbang dan bermain di sana. Kesempatan
emas itu pun hadir tatkala SLANK mengundang dua produser di konser mereka. Satu
dari Amerika dan satu dari Kanada. ”Blues Saraceno”, mantan gitaris group band
”Poison” yang juga guru gitar Ridho ketika menuntut ilmu di Musician Institute,
Hollywood, hadir sebagai produser yang ingin melihat aksi SLANK. Dan satu lagi
seorang produser dari Kanada yang juga hadir bersama vokalis dari group Crowned
King, Shawn Frank, yang pernah berkolaborasi dengan Slank ketika konser
Soundrenaline tahun 2005 di Bali turut serta hadir jauh-jauh dari Kanada.
Mereka berdua tertarik dan akhirnya Slank lebih memilih Blues Saraceno.
Alasan SLANK ingin berkarier di luar
negeri karena mereka telah jenuh, dalam artian, hampir semuanya sudah pernah di
raih oleh SLANK di Indonesia. Makanya, Amerika dan dunia lah tujuan berikutnya.
SLANK ingin kembali menjadi underground, yang belum dikenal oleh siapa-siapa.
Inilah pertama kalinya SLANK ke Amerika. Ketika di Las Vegas, Bimbim sempat
membuat sebuah lagu yang hasilnya ada di album berikutnya dari SLANK.
Tahun 2007 SLANK kembali mengeluarkan album dengan titel ”Slow But Sure”.
Inilah album yang bisa dibilang ”jawaban” dari para pendengar musik terutama
Slanker karena banyak sekali yang meminta Slank untuk bermain
akustik/unplugged. Di album ini, SLANK bermain sangat sederhana. Tidak ada
bunyi bising. Yang ada hanyalah suara-suara bersahabat dari perkusi, gitar
akustik, dan selingan harmonika. Satu lagu yang diciptakan oleh Bimbim di Las
Vegas pada tahun 2006 yang dimasukan ke album ini yaitu ”Sin City”. Kemudian
ada lagu ”My Scooter Love” yag diciptakan oleh Kaka. Ada juga lagu berjudul
”Lapindo” yang mengkritisisasi semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Dan ada
sebuah hidden track di lagu ini berjudul “Lilo”. Lagu ini tidak terdapat di
album tersebut tapi liriknya terdapat di booklet album. Lagu ini bisa didapat
bila membeli software game “Lilo”. Single di lagu ini adalah “Cinta?”, “Slalu
Begitu”, dan “Sejak Kau Benci”. Bonus dari album ini adalah sebuah celana
boxer.
Tahun 2007, SLANK mendapat kesempatan untuk mengisi original soundtrack dari
film “Get Married”. Album OST. Get Married sendiri berisi 2 lagu baru,
“Pandangan Pertama” (lagu lawas milik A. Rafiq) yang diaransemen ulang oleh
SLANK dan dinyanyikan bersama “Nirina Zubir”, salah satu pemain film Get
Married. Kemudian 1 lagu baru lagi berjudul “Kuil Cinta” ditambah 8 lagu lama
yang diambil dari beberapa album SLANK.
Masih di tahun 2007, SLANK kemudian meraih hasil dari CD demo yang dibawa ke
Amerika tahun 2006. Blues Saraceno bersedia untuk menjadi produser SLANK untuk
perilisan album internasional pertamanya. Rekaman SLANK di Studio “City Sound”
dimulai. Ada sepuluh lagu yang disertakan dalam album ini.
Blues Saraceno yang juga mantan guru
gitar Ridho memberi banyak sekali masukan dan ide nya kepada
SLANK. Selesai rekaman album barunya di Amerika, SLANK kemudian pulang ke
Indonesia. Di Indonesia sendiri, SLANK berkenalan dengan musisi dari Jepang
bernama “The Big Hip”. The Big Hip yang tinggal menyisakan dua orang personil
tersisa (Mikio Shirai/Keybord, dan Tetsuya Kajiwara/Drum) melakukan jamming di
Potlot bersama SLANK dan mereka sepakat untuk membuat sebuah album kolaborasi.
Proses rekaman segera berlangsung di Parah Studio antara 30 Oktober-2 November
2007 dengan 12 lagu yang bermayoritas nada cinta SLANK sebagai bagian sumbangsih
dan dedikasi mereka kepada musik yang mendunia. Awal tahun 2008 album
kolaborasi “Slank-The Big Hip” dilepas di pasar musik Indonesia. Lagu “Seperti
Para Koruptor” dan “Kilav” menjadi single andalan, selain beberapa lagu
berbahasa Jepang yang diciptakan bersama dengan The Big Hip, seperti “Sora
(Halilintar)”, “Yumede Areba II (Semoga Ini Mimpi)”, “Utaga Utaidasu (Lagu
Mulai Bernyanyi)” dan “Yuwaku (Godaan)”.
September 2008, SLANK kembali ke Amerika untuk merampungkan konsep album
internasional mereka yang sebelumnya sudah direkam bareng Blues Saraceno.
Setelah semua konsep matang, pada tanggal 30 September 2008 album bertitel
“Anthem For The Broken Hearted” resmi diluncurkan di Amerika.
Ada 10 lagu berbahasa Inggris dalam
album tersebut. Berisi 5 lagu lawas yang ditranslate ke dalam bahasa Inggris,
yaitu “Devil In U (Gara-gara Kamu), “Caricature (Karikatur)”, “I Miss U But I
Hate U”, “Virus”, dan “Too Sweet To Forget (Terlalu Manis)”, serta 5 buah lagu
baru, yaitu “Do Something”, “Drug Me Up”, “Love Curse”, “Since You’ve Been
Gone”, dan “Wake Up Tonight”.
Setelah meluncurkan album baru tersebut, SLANK kemudian melakukan tour promo di
kota-kota di Amerika, dimulai dari Los Angeles (25 Oktober), kemudian di Chico
California (12 November) lanjut ke Nevada (13 November) dan Hollywood (20
November). Di Indonesia sendiri album “Anthem For The Broken Hearted”
dikeluarkan pada awal 2009, dengan bonus sebuah kaos berlogo album baru
tersebut. Di mulai dari sini konsep penjualan album pun mulai dirubah. Bimbim
menyebutnya SLANK nggak jualan album lagi, akan tetapi jualan kaos dengan bonus
sebuah album. Sebuah trik pemasaran untuk memerangi pembajakan.
Desember 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun yang ke-25, SLANK bekerjasama
dengan ”Esia” meluncurkan ”Hape Esia Slank” yang ditujukan kepada para
Slankers. Peluncuran HP ini merupakan suatu kolaborasi dari operator
telekomunikasi dan group band yang belum pernah dilakukan di Indonesia.
Setelah sukses melepas album baru berbahasa Inggris sekaligus bekerjasama
dengan operator telekomunikasi dalam meluncurkan produk HP, di tahun 2009 SLANK
mulai menjajal dunia akting. SLANK bikin film dengan judul “Generasi Biru”.
Film Generasi Biru adalah sebuah film musikal tanpa dialog sebagai persembahan
25 tahun perjalanan musik SLANK, hasil kolaborasi tiga orang sutradara Garin
Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar.
Ide kreatifnya dibuat oleh Garin
Nugroho yang terinspirasi dari lagu-lagu karya SLANK selama 25 tahun sejak
1983-2008. Peluncuran film ini juga dibarengi dengan peluncuran album OST.
Generasi Biru yang berisi 2 lagu baru berjudul “Slank Dance” dan “Monogami”. 13
lagu sisanya diambil dari album lama dengan komposisi 2 lagu live
(“Indonesiakan Una” dan “Mars Slankers”) serta “Cekal” yang di remake ulang.
September 2009, SLANK kembali merilis album original soundtrack untuk film ”Get Married 2”. Dua lagu baru kembali dimasukkan, “Plis” featuring Nirina Zubir, dan “Cinta Kia”, 10 lagu sisanya kembali diambil dari album lama.
September 2009, SLANK kembali merilis album original soundtrack untuk film ”Get Married 2”. Dua lagu baru kembali dimasukkan, “Plis” featuring Nirina Zubir, dan “Cinta Kia”, 10 lagu sisanya kembali diambil dari album lama.
Akhir tahun 2009 ini juga dianggap
sebagai tahun terberat bagi SLANK. Beberapa rencana konser terpaksa dibatalkan
karena sulitnya mendapatkan ijin dari pihak berwajib. Bahkan rencana pagelaran
konser peringatan ulang tahun ke-26 pun yang semula akan digelar di PRJ
Jakarta, lagi-lagi harus batal karena masalah perijinan. Faktor keamanan
menjadi alasan, hal ini berlangsung hingga awal 2010. Dalam kondisi
”pencekalan” manggung ini, SLANK akhirnya memutuskan untuk lebih konsentrasi
menyiapkan album baru.
Juni 2010, SLANK meluncurkan album teranyar mereka yang bertitel ”Jurus Tandur No.18”.
Juni 2010, SLANK meluncurkan album teranyar mereka yang bertitel ”Jurus Tandur No.18”.
”Jurus Tandur” adalah singkatan dari
”Maju Terus Pantang Mundur”. Sedangkan ”No. 18” adalah pertanda bahwa album ini
merupakan album ke-18. Ada 17 buah lagu yang diramu dalam album Jurus
Tandur ini. Salah satunya lagu berjudul ”Kukejar dan Kutangkap Kau (KKK)”,
dimana dalam lagu ini SLANK menggaet artis ”Fahrani” yang notabene tidak punya
latar belakang sebagai penyanyi. Selain itu ada lagu ”Krisis Air”, dimana
disela-sela lagunya tersisip sebuah puisi yang dibacakan oleh artis ”Nadine
Chandrawinata”. Benar-benar suatu bentuk kolaborasi yang dahsyat. Lagu ”Jurus
Tandur”, ”Biar Happy”, ”Menyakitimu”, ”Cemburu.Com” menjadi single andalan,
selain 13 lagu lainnya. Bonus dari album ini adalah sebuah t-shirt.
Selain merilis album Jurus Tandur dalam bentuk kaset dan CD, SLANK juga
meluncurkan dalam bentuk gadget. ”Nexian”, sebuah produsen gadget terkenal
bekerja sama bersama SLANK meluncurkan ”HP Nexian Slank NX-G503”, dimana dalam
HP tersebut terdapat mini album dari Jurus Tandur. Bahkan peluncuran album
SLANK kali ini telah memecahkan ”Rekor MURI” mengenai album pertama yang
diluncurkan melalui media handphone. Juga Nexian lah yang menjadi produsen HP
pertama yang mengeluarkan HP sebagai media album musik.
Tahun 2010 menjadi tahun kebangkitan SLANK. Setelah mengeluarkan album baru,
masalah perijinan konser pun sudah mulai gampang. SLANK kembali naik panggung
menyapa para Slankers. Bahkan, pada tanggal 21 Oktober 2010, bertempat di
”Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail”, ”Rumah Pohon Indonesia” dan ”Djarum Super”
menghadirkan film ”Metamorfoblus” kepada media untuk pertama kalinya.
“Metamorfoblus” adalah sebuah film
dokumenter yang membahas kehidupan beberapa Slankers yang sangat dipengaruhi
oleh SLANK itu sendiri. Film ini disutradarai oleh Dosy Amar yang dahulu juga
turut menyutradarai “Generasi Biru”. Melihat pengaruh SLANK dalam kehidupan
Slankers dan bagaimana Slankers menginterpretasikan lirik dari setiap lagu
SLANK dari sudut pandang mereka adalah sesuatu yang unik dan berbeda. Namun, itu
bukanlah satu-satunya yang unik dari film dokumenter ini.
Dengan band ikonik seperti SLANK,
film ini ternyata tidak dirilis ke jaringan bioskop komersil seperti film-film
lainnya. Dalam gerakan bioskop alternatif ini, “Metamorfoblus” akan bergerilya
ke tempat-tempat yang relatif layak sehingga pembuat film dan penonton film
dapat bertemu dalam sebuah peristiwa bernama pemutaran film. Tujuannya adalah
memberikan jembatan yang jauh lebih lebar, antara para pembuat film dan para
penonton film, sehingga bisa diapresiasi sebagai sebuah karya seni dan sebuah
hiburan yang bisa menghasilkan nilai-nilai ekonomi.
Desember 2010, dalam rangka ulang tahun SLANK yang ke-27, Nexian kembali
mengeluarkan handphone terbarunya yang bertemakan “Nexian-Slank 27th
Anniversary”. Tidak jauh dari yang pertama, handphone ini mempunyai banyak
fitur-fitur yang membuat para Slankers lebih dekat dengan SLANK.
27 tahun sudah SLANK hidup dalam dinamika musik Indonesia. Sebuah perjalanan metamorfosis yang sangat panjang. SLANK akan tetap terus berkarya, SLANK akan tetap menyuarakan suara-suara minor dari sekeliling mereka, SLANK akan tetap tampil apa adanya, dan SLANK akan tetap berteriak Peace, Love, Unity, Respect..!!
27 tahun sudah SLANK hidup dalam dinamika musik Indonesia. Sebuah perjalanan metamorfosis yang sangat panjang. SLANK akan tetap terus berkarya, SLANK akan tetap menyuarakan suara-suara minor dari sekeliling mereka, SLANK akan tetap tampil apa adanya, dan SLANK akan tetap berteriak Peace, Love, Unity, Respect..!!
download lagu-lagu slank ukuran besar download
download lagu-lagu slank ukuran kecil download


Tidak ada komentar:
Posting Komentar